Article
Kunjungi profil saya
Haryo Ardito
Sepatu
Written By Haryo Ardito
Sunday, 02 December 2007

Dalam sebuah acara tahunan sebuah perusahaan dimana berkumpul seluruh Salesman dari berbagai tingkatan yang datang dari berbagai daerah. Acara ini semacam ritual penghargaan tahunan yang diberikan kepada beberapa Salesman yang berhasil mencapai prestasi terbaik.

Disela-sela makan siang usai acara akbar yang berlangsung sangat meriah apalagi setelah mendengarkan sesi motivasi yang disampaikan oleh seorang pembicara terkenal, saya menyapa seorang Salesman yang secara drastis mampu membalikkan situasi dari yang semula terjelek menjadi yang terbaik bahkan mencapai omset hingga sekian puluh persen dari target. “Apa rahasia suksesnya Mas?” tanya saya kepadanya, “Karena sebuah kalung clurit, dulu saya parah sekali Pak.., sampai suatu hari atasan saya memberikan kalung tali rafia berbandul sebilah clurit di leher saya di depan rekan-rekan kerja saya.

Pencapaian saya jauh dibawah rata-rata dan selalu terjelek diantara yang lainnya”. Salesman itu berhenti sejenak meneguk air aqua dalam gelas plastiknya dan lanjutnya “Semenjak itu saya bersumpah bahwa hal ini tidak akan pernah terjadi lagi dalam hidup saya” katanya mengenang dengan mata menerawang jauh dan tangan kiri menggenggam erat penghargaan yang baru saja diterimanya.

Kemudian saya bergeser menghampiri seorang Kepala Cabang yang sedang berkelompok dengan sebagian team-nya dan nampak jelas raut gembira diwajahnya atas prestasinya terpilih sebagai cabang terbaik. “Apa yang anda lakukan sehingga bisa membuat team anda meraih prestasi sebagai cabang terbaik ?” tanya saya, “Karena sepatu Pak” ucap salah seorang Salesman yang ada disebelahnya menyela pembicaraan kami.

”Sebenarnya belum genap satu tahun saya bersama mereka dan seperti yang sering saya lakukan adalah memberikan mereka harapan berupa hadiah handphone, jam tangan atau ballpoint bagi Salesman terbaik setiap bulannya. Namun yang tidak saya duga adalah ketika salah satu dari mereka minta hadiahnya diganti menjadi sepatu. Terus terang hati saya trenyuh ketika melihat sepatu-sepatu mereka yang butut dan rusak, apalagi yang bagian belakangnya sudah hancur lebur terinjak-injak. Hampir setiap bulan saya membeli beberapa sepatu untuk mereka hingga akhirnya semua sepatu yang rusak tergantikan dengan sepatu baru yang lebih kuat” kata si Kepala Cabang.

”Tiga makna yang saya dapatkan pada hari itu dan ternyata mampu membuat seseorang termotivasi adalah ancaman, harapan dan perhatian.”

www.haryoardito.com

 

This entry was posted on Sunday, 02 December 2007 and is filed under categories | Motivasi
You can leave a comment or Trackback from your own site
Comments Area (3 Comments)
fatrisia Say :
12 June 2008 09:57:15

Kesuksesan Atasan
Atasan adalah penentu keberhasilan dan kegagalan bawahan.

Setiap atasan diharapkan mamu menilai dan memahami karakter bawahan seperti contoh kasus di atas, yaitu:
1. Bawahan yang harus diberi motivasi positif untuk maju (pemberian harapan dan perhatian)
2. Bawahan yang harus diberi motivasi negatif untuk maju (ancaman)

Ketika sang atasan memberikan motivasi yang tepat pada bawahannya maka keberhasilan dan kesuksesan menjadi akhir dari usaha serta perjuangannya.

SUKSES SELALU UNTUK SEMUA!
SEMANGAT untuk jadi lebih baik dab yang terbaik.
ferry Say :
09 March 2008 09:51:36

sepatu
Pak , cerita yg begitu menggugah
bisa jadi contoh buat saya ,,, dan juga mungkin rekan yg lain.
Anton Say :
09 March 2008 09:48:29

Makna sebuah motivasi
Jumpa lagi pak Haryo. Masih ingat pada mantan helpdesk BOS.net?

Menurut saya 3 makna yang disampaikan memang merupakan gambar motivasi yang berasal dari pengaruh luar, dalam contoh adalah pengaruh dari atasan, tim atau bawahan. Dimana kesuksesan akan diraih karena respon yang kita bangun (dan dipunyai oleh salesman dan cabang terbaik) adalah respon yang positif sehingga menghasilkan tindakan yang luar biasa.

Biasanya tantangan untuk respon seperti itu adalah bila mendapatkan pengaruh yang justru akan menimbulkan respon yang negatif dari kita, yang tidak jarang kita sendiri tidak menyadarinya.
Thank's dengan artikelnya.

Leave a Reply
Subject
Name
Email
Website
Comment